Maret 11, 2020Dari Mawar Rane Hingga Rudung Blutuk
Mawar Rane adalah nama sebuah sanggar seni tari yang terletak di dusun Rane desa Tebuk Kecamatan Nita (NTT). Sanggar Mawar Rane didirikan oleh seorang bapak Aleksius dan telah populer sejak era tahun 80-an.  Alasan didirikanya sanggar ini karena banyaknya bakat dan minat dalam bidang seni tari dan seni musik yang dimiliki oleh masyarakat setempat.Nama Mawar Ranediadopsi dari sebuah nama motif kain sarung yang khas dari Rane yakni Mawar Rane. Sanggar ini menyajikan pagelaran pentas seni tari hegong dan tarian hegong kreasi lain. Dalam pagelaran pentas seni bapak Aleksius bertugas sebagai Latung Lawang atau orang yang mengucapkan syair-syair adat yang berisi petuah-petuah dari nenek moyang yang ditujukan bagi para kaum muda. Pada saat pementasan banyaknya penari berjumlah 6 sampai 10 orang penari, dengan perbandingan banyaknya penari laki- laki dan perempuan sama.Pada saat menari biasanya ada 1 orang penari berada di barisan paling depan dan bertugas sebagai pemimpin, mereka dilengkapi dengan beberapa atribut seperti Ikun, lesu, reng. Ikun merupakan senjata berupa pisau yang terbuat dari kayu dan dihiasi dengan ekor kuda. Lesu merupakan sejenis sapu tangan yang digunakan sebagai pelengkap gerakan tangan para penari. Sedangkan Reng adalah sejenis gelang kaki yang dilengkapi dengan kelinting.

Dalam pementasan seni tari hegong sanggar mawar rane biasanya menyajikan beberapa babak tarian Hegong. Pada babak pertama penari melakukan gerakan berirama yang ditandai dengan sentakan kaki para penari, pada babak kedua para penari membuat lingkaran dimana penari pria mengelilingi penari wanita menandakan bahwa sejatinya seorang laki-laki harus melindungi perempuan. Sedangkan babak ketiga para penari diangkat keatas menandakan kesiagaan dalam menghadapi serangan musuh.
Sepak terjang dan kepopuleran sanggar Mawar Rane dapat dikatakan cukup baik hal ini dibuktikan dengan kehadiran sanggar ini dalam acara penyambutan Paus Yohanes Paulus II di kota Maumere pada tanggal 11-12 Oktober 1989.Kini nama sanggar Mawar Rane telah diganti dengan nama sanggar Rudung Blutuk yang didirikan oleh Bapak Tan. Alasan digantinya nama sanggar Mawar Rane menjadi Rudung Blutuk karena para personil sanggar Mawar Rane telah memilih untuk berhenti dari dunia seni tari dan digantikan dengan anak cucu mereka yang memiliki kepiwaian yang tak kalah dengan para personil sebelumnya. Hal ini juga dibuktikan dengan hadirnya sanggar Rudung Blutuk dalam berbagai acara-acara pernikahan dan acara penerimaan tamu.