Menikmati Keseksian Air Terjun Kembar Muru Sobe oleh Viano Sanggun

Yang menarik dari petualangan dalam sebuah perjalanan adalah bagaimana kita menikmati setiap tapak perjalanan yang disediakan oleh alam tersebut. Perjalanan ke Air Terjun Muru Sobe merupakan perjalanan yang indah, unik, dan tentunya sangat menantang adrenalin saya dan teman-teman dari komunitas Ritapiret. Air Terjun Muru Sobe yang dikenal dengan air terjun kembar yang terletak di kedalaman Desa Poma, kecamatan Tana Wawo.     

      Dari Ritapiret Nita kami memulai perjalanan menggunakan sepeda motor ke arah barat menuju jembatan Kaliwajo. Perjalanan ke Air Terjun Muru Sobe tersebut menempuh jarak sekitar 35 km. Dari jembatan Kaliwajo kami menuju ke arah kanan. Dan menyusuri jalan aspal hingga Wolofeo. Setelah melewati Wolofeo tak terbayangkan dalam pikiran kami bahwa harus melewati jalan cabang yang belum diaspal yakni berbatuan, genangan air, berkelok-kelok dan harus melewati beberapa bukitan. Tentunya kami harus berhati-hati dan harus selalu waspada sebab jalan tersebut juga licin. Dari keekstriman medan jalanan tersebut, yang menjadi hal menariknya yakni keindahan panorama alam Desa Poma yang kami lewati. Udara yang sangat segar tentu membayar semua adrenalin kami yang sedang diuji. Belum lagi keramahan penduduk desa tersebut dalam menyapa dengan ciri khas mereka yang begitu akrab, membuat kami merasa terharu dan bahagia seolah-olah kami berada di rumah sendiri.       Rute perjalanan ke Air Terjun yang sangat menantang dan terjal. Membuat kami kelelahan dan harus beristirahat sejenak sambil meneguk air yang kami bawa. Kami pun mengambil gambar dan berpose bersama sebelum melanjutkan perjalanan tersebut. Perjalanan kami lanjutkan walau kabut mulai menutupi bukit yang kami lewati. Sungguh fenomena alam yang sangat menakjubkan saat itu, seolah-olah kami sedang berjalan di atas awan.       Akhirnya kami tiba di lokasi Air Terjun dan memarkirkan kendaraan di lokasi parkir yang disediakan. Dari tempat parkir kami harus berjalan kaki melewati jembatan gantung. Sekitar 1 km dari lokasi parkir untuk mendapatkan dan bertatap langsung dangan air terjun. Kami harus melewati air yang mengalir dengan bebatuan besar dan cukup licin. Dan harus melewati jembatan bambu yang dibuat untuk menghindari genangan air yang cukup dalam. Tentu satu persatu-satu untuk melewati jembatan tersebut sebab bambu tersebut diletakan miring dan cukup licin.       Tibalah kami dan mendapatkan Air Terjun Kembar Muru Sobe tersebut. Rasa lelah dan rindu akan air terjun terbayar tuntas, karna mata telah dimanjakan oleh keindahan air terjun, percikan air terjun, suara desiran air terjun dan kolam alam yang telah disediakan oleh alam Muru Sobe.      Sungguh Tuhan telah menciptakan alam air terjun kembar yang luar biasa menakjubkan dan telah mempertemukan kami dengan alam tersebut. Tentu bagi siapa saja yang bertemu dan bertatap langsung dengan air terjun tersebut seketika akan jatuh cinta. Jatuh cinta akan airnya yang dingin dan jernih. Tentu akan memanjakan mata bagi setiap orang yang melihatnya. Dengan luncuran airnya yang cukup deras.       Kami pun terus berfotoria dengan berbagai gaya dan ekspresi. Cukup lama kami bermain air sambil berendam dalam kolam alam tersebut dan menikmati keindahan alam Air Terjun Muru Sobe. Sungguh pemandangan alam Muru Sobe yang begitu seksi. (Fiano Sangsun).